Judulnya-ya judul-judulan

Hari ini, gue banyak menangis.

Hari ini, gue banyak berfikir.

Hari ini, gue ketakutan.

Hari ini, gue menyesal akan satu hal.

Hari ini, gue cuma bisa bilang.

hidup terlalu singkat untuk disesali….

Jakarta-9-Januari-2017

gue harap gue akan tetap mengingat hari ini, di mana gue merasa putus asa dan marah

*

“sisa” Drama dari 2016

The Legend of the Blue Sea (Wed-Thurs)rate:
Weightlifting Fairy Kim Bok Joo (Wed-Thurs) rate:
Goblin (Fri-Sat) rate :
Romantic Doctor, Teacher Kim (Mon-Tues) rate:

*

Seperti biasa, gue tidak terlalu pandai dalam meracik- atau mereview sebuah drama. Yang gue tau cuma dua soal drama. Gue sangat menikmatinya dan hanya sekedar menikmati saja. So, empat drama di atas yang akhirnya gue pilih untuk gue donlot- ke empatnya membuat gue sangat dan sangat menikmati setiap episodenya. Kenapa? Klasik kalau gue cuma bilang bagus. Klasik kalau gue cuma bilang-pemainnya cerdas. Klasik juga, kalau gue bilang ke empat drama ini- sama sekali nggak memiliki cacat di setiap episodenya. Sesungguhnya yang cukup membuat gue histeris-macam orang gila-setiap episodenya adalah dua drama yang sama sekali nggak gue sangka-bisa semenarik itu. Contohnya couple ini… satu KATA GILAKKKKKKKKKKKK!

Gambar terkait

Gue berasa diombang-ambing lewat akting mereka berdua. Aktingnya bukan cuma memukau gue, tapi mereka memang keliatan banget passion-nya di sini. Hasil gambar untuk kim bok joo 15Beberapa hari yang lalu, gue ngeliat mereka di MBC drama-2016, sewaktu baca nominasi di atas panggung. DANNNNNNNNN, MEREKA CUTE BANGET!! Serasinya Lee Sung Kyung & Nam Joo Hyuk. Dan episode 14-15,  super duper bikin gue shock parah + hampir kesurupan. Apalagi scene terakhir kiss mereka, sebelum akhirnya BokJo pergi buat masuk timnas… mereka tuh couple super aneh, gila, cute, lucu dan gue bahagia banget liat mereka berdua. Dan ini adegan di mana gue merasa, setiap tahap pacaran mereka memang yang cute itu- memang sudah di setting serius sejak awal. Hasil gambar untuk kim bok joo 15BokJo sama pengertiannya macam Joon Hyung. BokJo mengerti Joon Hyung, tanpa mencoba untuk mendikte pria tanggung itu (sama Joon Hyung juga melakukan hal ini, sama BokJo). Mereka berdua, saling melengkapi-tanpa berusaha untuk terlihat “sempurna” di depan masing-masing. Ya, walau di beberapa scene, BokJo emang nggak mau keliatan jelek-karena jerawat dia. Akhirnya, itu bukan masalah lagi. Yang gue salut dari attitude BokJo, sewaktu Joon Hyung labil karena Ibunya yang tiba-tiba balik dari Kanada buat uang-bukan buat ketemu dia, BokJo yang menyakinkan anak itu untuk tetap hormat sama sang Ibu. Bukannya malah marah, dewasa kali si BokJo ini. Dan di ep 15-BokJo sendiri yang bilang, kalau tanpa sengaja dia sudah ketergantungan sama tingkahnya-perhatiannya-lucunya-jailnya-ciumannya-Joon Hyung (ini sih kata gue ya, hahaha). Nam Joo-hyuk REALLY GOOD KISSER! hahaha* dan perannya kali ini, dia agak sedikit mesum. Dan entah kenapa, gue malah suka akting dia yang begitu.

Hasil gambar untuk kim bok joo 15 kiss

Hasil gambar untuk kim bok joo 15 kiss

Hasil gambar untuk kim bok joo 15 kiss

*

Drama yang ke dua, yang sama sekali nggak ada di list gue pada awalnya. Hingga, gue dan my besties cancan, nonton berdua-macam orang cacingan. Gara-gara kissnya yang nggak disangka, gara-gara perhatiannya yang nggak di duga, gara-gara lead malenya yang- nggak ganteng tapi kok ya lama-lama manis juga. Namanya, Romantic Doctor, Teacher Kim. Ini agak beda tipe sama kisahnya BokJo & Joon Hyung. Kisah yang ini, sudah masuk tahap dewasa banget, dan nggak perlu loveyou-loveyouan lagi- buat ngungkapin-gue sayang sama lo. Hasil gambar untuk Romantic Doctor, Teacher KimMemang tetap ada prosesnya, macam ditolak dulu sama si perempuan, di maki-maki dulu. Tapi tetap aja, proses orang dewasa, sama remaja tanggung tuh beda feelnya! Sejujurnya, gue sudah agak muak dengan tema dokter-dokteran ya, karena masalahnya paling hanya dilingkup itu-itu saja. Seputar kekuasaan, kematian, balas dendam, kekecewaan, politik, uang, dan blah blah blah. Emang sih, drama dokter yang satu ini- masih sama dan emang nggak jauh bedaa dari semua itu. Cuma, ada feel beda dari drama ini. Salah satunya, ada aktor baru yang cukup menyita perhatian gue. Namanya di peran, Do ImBum. Aktingnya memukau gue.. dia juga ganteng~ karena peran di semi-semi antagonis gitu, bikin dia makin seksi. Wajahnya sih nggak asing, tapi dia aktor baru ternyata. Drama ini, perdana-dia- memerankan-nama- orang lain- di- dunia- akting.

Hasil gambar untuk Yang Se-Jong

Yang Se-Jong

Yang menariknya di drama ini, banyak karakter yang memang di setting humble, super sabar, dan nggak norak secara kelakuan. Dan semua itu, ngajarin gue satu hal. Sebaik-baiknya lo, adalah orang yang mau mengakui kesalahan. Memaafkan seseorang, menerima seseorang dengan tulus, legowo dengan penghinaan- adalah salah satu pekerjaan mudah yang dominan sekali gue tangkep dari drama ini. Jadi ini drama recommended sekali untuk di tonton. Banyak hal baik, yang bisa kalian ambil dari drama ini.

*

Drama ke tiga, Goblin. Drama yang sukses bikin gue merinding, di banyak part. Bukan karena hantu-tapi karena alurnya yang super nggak ketebak-tapi ketebak juga akhirnya. Gue suka setting drama ini. Gue suka cara si penulis bertutur kata di sini. Gue suka semuanya!! Dan judulnya The Lonely and Great God, gue juga suka. Karena, judul memang menggambarkan apa yang terjadi di dalam si karakter.

Hasil gambar untuk goblin korean drama

Gue nggak akan membahas betapa detaailnya drama ini. Karena gue nggak akan meragukan kepiawaian seorang Kim Eun-Sook  dalam meracik masalah, di setiap dramanya dia. Coba bilang sama gue, dari empat drama yang sudah selesai tayang, mana yang nggak kalian tonton? Mana yang nggak masuk jajaran rate tinggi? Mana yang nggak meledak? Jadi, selamat menikmati drama ini. Karena alurnya yang bolak-balik itu, justru semakin menjelaskan rasa patah hati, kesepian, kekecewaan, kemarahan dengan cara yang lebih apik.

Goblin (Korean Drama)-p1.jpg

*

bye

happy newyear

Resensi Buku – Critical Eleven

25737077-_uy500_ss500_

Judul Buku : Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Editor : Rosi L. Simamora
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-1892-9
Tebal : 344 halaman

SINOPSIS
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it’s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.
Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.
Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
RESENSI
3 Menit pertama setelah bertemu, bisa menampilkan kesan yang baik atau justru sebaliknya dan 8 Menit terakhir sebelum berpisah, menit yang cukup krusial- karena hasilnya hanya ada dua- hanya sekedar menjadi teman perjalanan atau mungkin akan bertemu lagi (nanti). Dan inilah kisah, yang Ika Natassa rangkaikan untuk Anya dan Ale.
Kisah ini pertama kali muncul dalam sebuah cerpen berjudul Autumn Once More. Dan Critical Eleen yang di tulis oleh Kak Ika Natassa berada di salah satu halamannya. Kisah pertemuan seorang perempuan dan laki-laki dalam sebuah penerbangan menuju Sidney. Kisah itu hanya sekedar perkenalan manis dan singkat itu tidak berakhir dengan klimaks. Dan Kak Ika menjawabnya di dalam novel ini, bagaimana Anya dan Ale bertemu lagi menikah, bertengkar, rindu, rasa kesal, kehilangan, menyesal, dan berakhir dengan kata baikan.

**

Tanya Laetitia Baskoro. Cantik, cerdas, Independent? Postur tubuhnya -yang hampir mendekati sempurna, lulusan luar negeri, dengan latar belakang keluarga -well educated- Anya tumbuh menjadi pribadi  yang sangat baik. 
Aldebaran Risjad (Pria impian saya). Harus bagaimana saya jabarkan pria “yang” satu ini. Ale di mata saya begitu sempurna, tipikal pria penyabar yang super sabar. Perawakan tubuhnya yang tinggi, tampan, berkulit putih, lahir dari kelurga yang cukup mapan, sama dengan Anya- Ale juga lulusan dari luar negeri, karir oke “petroleum engineer. Dan Ayahnya adalah seorang purnawirawan Jendral.
Kedua tokoh fiksi ini, begitu melekat di memori saya. Sosok yang sempurna, untuk sebuah imajinasi. Novel ini memang saya banget. Romancenya dashyat, sedihnya pake banget, dan tentunya bikin baper! Kak Ika sukses membuat saya berlinang air mata di beberapa part.
Keduanya bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sidney. Anya tidak sengaja tertidur di bahu Ale, hampir tiga jam lamanya. Mereka berdua akhirnya mengobrol. Membahas betapa padatnya Jakarta, betapa berpolusinya Jakarta sudut-sudut Jakarta yang selalu banyak orang rindukan, hingga konser Coldplay dan buku-buku yang Ale baca. Rupanya obrolan selama sejam terkahir itu, membuat kesan tersendiri untuk keduanya. Terutama untuk Anya. Dan untuk Ale, pria dewasa itu perlu waktu satu bulan lamanya, untuk beranikan dirinya sendiri bahwa ia harus kembali menghubungi Anya.

Karena Ale menginginkan Anya.

Ah, Ale. Aku cuma mau terbang dengan tenang hari ini. Bukan kenangan tentang pertemuan pertama kita yang tidak perlu kuingat-ingat lagi.
Setelah setahun lamanya mereka berpacaran dan saling mengenl. Akhirnya Ale memberanikan diri untuk melamar Anya. Anya menerima pinangan Ale, karena Ale adalah tipe pria sempurna untuk dijadikan teman seumur hidup. Selama pernikahan hidup mereka sangat harmonis dan bahagia. Walau pekerjaan Ale sebagai petroleum engineer, memaksa Anya untuk terus bersabar harus jauh tinggal berjauhan dengan sang suami. Ale memiliki waktu 5/5 untuk Anya. Lima minggu di Rig dan Lima minggu libur.
Hingga satu hari, hubungan mereka berdua harus dipertaruhkan karena satu kesalahan kecil yang Ale buat. Tapi bagi Anya, ini bukan kesalahan kecil. Ini kesalahan fatal, yang meremukkan hatinya menjadi berkeping-keping. Mempertanyakan, benarkan pilihannya selama ini? Mempertanyakan, kenapa Ale dengan teganya mengatakan hal sekejam itu pada seorang Ibu yang baru saja kehilangan anaknya. Rasa kehilangan seorang ibu, memang tidak akan pernah bisa dijabarkan oleh kata-kata. Jangan di tanya how does it feel, when you lose someone that already be a part in your life.
Hubungan mereka selepas Aidan pergi, masih baik-baik saja. Walau sebenarnya, mereka berdua sedang menahan rasa sakit itu, yang sedang mereka coba obati dengan cara masing-masing. Hingga kalimat Ale yang begitu tajam, keluar dari mulutnya. Seperti petir di siang bolong, Anya kaget dan jelas sekali ia marah besar pada suaminya.
“Coba aja kalau kamu gak sibuk, Aidan pasti masih ada, Nya”
Rasa sakit hati Anya begitu saya nikmati, pertengkaran mereka, tangisan Anya, sujud malam Ale, doa dia sewaktu di rig, kerinduan Anya pada Aidan semua terasa apik. Saya menikmati rasa galau Anya, dengan banyak tisu di tangan.
Dan setelah semua tangis itu endingnya cukup manis untuk bisa saya telan dengan manis.

**

harapan & ekspektasi untuk film ini? banyakkkkkkkkkkkkkkkkkk… karena imajinasi saya selama ini dipertaruhkan dalam durasi waktu dua jam…
Cuma, karena yang jadi Ale dan Anya itu aktris/aktor mumpuni, yang emang sudah lihai soal memerankan seorang tokoh, jadi saya percaya sajalah. Toh, Kak Ika nggak akan sembarangan untuk memilih siapa yang cocok dan pantas memerankan dua tokoh spesial ini. Ya, kalau boleh memilih memang saya pribadi- agak bosen, kalau harus Reza lagi yang dipilih. Dia sudah terlalu sering, memerankan tokoh adaptasi dari novel. Bukan hanya itu, macam nggak ada aktor lain aja, yang memang mampu untuk mengambil peran ini. Karena jujur awalnya saya memang membayangkan seorang Aldebaran Risjad itu, lebih “laki” dari Reza. Cuma, kalau Kak Ika saja bisa menjamin ini nggak akan mengecewakan- jadi aku harus pecaya sama semua keputusan Kak Ika.

saya mulai.mencoba.membayangkan Reza sebagai Ale- tapi masih gagal

*

The Legend Of The Blue Sea

legend-of-the-blue-sea-11

❤❤❤❤❤

so, kali ini gue mau sedikit membahas soal drama baru dari King of drama kita, Lee Min Ho dan Jun Ji Hyun. The Legend Of The Blue Sea.

ketika gue mencoba untuk membaca satu naskah drama lewat alur dan tokohnya, hasilnya akan selalu sama -drama ini akan selalu berkaitan dengan drama-tokoh-sreenplay-sutradara- di drama sebelumnya yang masih bertahan di memori gue- ya gue segila itu soal drama, hal yang mungkin agak jarang orang perhatikan- tapi hal pertama yang gue liat dari drama sebelum gue berniat untuk menghabiskan quota buat donlot- skenario yang sedikit bisa gue baca lewat teaser- gue akan memutuskan untuk menebak alur ini seperti apa atau malahan gue menahan untuk nggak mencoba kepo-tergantung dari seberapa menarik naskah itu, ketika gue bayangkan dalam bentuk tulisan! rempong? memang itulah gue -.- tapi ini salah satu cara gue untuk memilih drama T-T karena banyak yang gue donlot, hasilnya sama sekali nggak memuaskan- termasuk TheK2

Hasil gambar untuk underwater kiss leeminho

orang mah suka pake banget, gue sebaliknya -.- biasa aja tuh drama memang selalu tentang selera kawan* tapi walau begitu, harus gue akui naskahnya apik banget, susunan masalahnya runtut alurnya jelas mau di bawa kemana, tapi sayangnya masih ketebak sama gue- dan see endingnya sesuai dengan tebakan… sayangnya

Jang Hyuk Rin, sang penulis cukup kental dalam menebalkan karakter JeHa seperti yang beliau tulis di naskah YongPal, ok mulai ngawur haha maafkan. kembali pada Lee Min Ho, drama ini awalnya *gue* sama sekali nggak tertarik karena temanya Mermaid, dan gue ngefans banget sama Ariel dari kecil, jadi bayangan gue setelah liat teasernya- ya hasilnya mungkin begitu aja? walau, gue tau siapa yang jadi main role drama ini, bukan aktor aktris sembarangan yang akan memerankan tokoh dengan”asal” setelah JoBoAh jadi Mermaid, dan hasilnya payah banget, yang bagus cuma underwater kissnya doang itu drama -.-

large

DAN INI, UNDERWATER KISSNYA LEE MIN HO❤

Hasil gambar untuk underwater kiss leeminho

TAPI gue akui, gue memang salah sudah menjudge drama ini secara langsung, karena memang temanya Mermaid, dan bayangan gue ceritanya akan gitu-gitu aja. tapi lagi dan lagi tapi, drama ini sukses membuat sesak nafas di beberapa scene. bukan cuma sesak nafas, tapi JiHyun eonni tetap swag dengan tampilan yang cukup berbeda, harus gue akui memang dengan adanya beberapa pemian di Man From The Another Star, membuat drama ini sedikit lebih unik.

so 6 episode sudah gue tonton, hasilnya wow banget dan di luar dugaan gue. alurnya yang sorot balik  (flashback) regresif, gue suka cara penyampaian yang bolak-balik dan itu justru kekuatan dari drama ini. orang-galau-sedang-jatuh-cinta-namun-ada-resiko-yang-sedang-menunggunya-di-masa-depan

rasa sedihnya cukup kentara, tapi nggak ditunjukan langsung. jelas banget, cara pendeskripsian naskahnya bagus, dan pemainnya gue tau cara baca naskah yang benar gimana.

dan cara menjelaskan karakter “utamanya” juga pas, ketika Mermaid nyasar di kota, dia sama sekali nggak tau apa-apa, polosnya si Mermaid, konyolnya si Mermaid, dan pertanyaan-pertanyaan dia yang akan membuat gue ketawa geli.

sedangkan karakter prianya, menarik-di bungkus dengan banyak topeng, masa lalu yang memang masih seputar-ayah-menikah-lagi-punya-ibu-tiri-kejam-dan-ayah-yang-nggak-beres- tapi secara keseluruhan gue suka! ya walau pun, karakter macam gini udah terlalu sering diperanin seorang Lee Min Ho, cuma ya bungkusnya aja agak beda.

gue masih merasakan hawa Park Ji Eun yang cukup kuat di drama ini-siapa Park Ji Eun, dia screenplay di drama ini, yang nulis Man From The Another Star. rupanya, beliau cukup tertarik dengan FANTASY ya, cuma nulis fantasi begini banyak cobaanya- salah satunya masalah tudingan plagiat, karena JiEun juga pernah mengalami hal ini di Man From The Another Star.

karya memang susah untuk sepenuhnya original, karena memang setiap karya pasti terikat dengan masa lalu, mau diakui atau nggak-tapi itu kenyataanya

oke bye-

ps: gue mau protes sedikit, kenapa Shin WonHo nggak ada banyak dialog? dia cuma muncul dan muncul, kerjanya cuma ngangguk? gue doa biar dia bisa main drama lagi cuma munculnya banyak- jangan sedikit-sedikit, dan sekarang gue menyesal kenapa gue nggak jelas doanya-harusnya gue bilang

GUE MAU SHIN WONHO MAIN DRAMA LAGI DAN DIA JADI MAINROLE!

Hasil gambar untuk shin won ho the legend of blue sea